![]() |
| goresan merah pada politik kita |
Dalam dunia politik dimanapun yang segalanya serba mungkin, tidak ada yang menyangka bahwa ketika masyarakat Indonesia, aku, kalian sekalipun yang menaruh kepercayaan dan harapan besar kepada kedua pasangan capres dan cawapres untuk mengawal proses demokrasi yang aman dan damai, seketika itu kenyataan berkata lain. Masyarakat dibuat bertanya-tanya, mengapa si Prabowo ini memberikan pernyataan yang dapat mengganggu tahapan proses demokrasi yang sedang berlangsung.
Aku sebagai masyarakat Indonesia sedikit merasa kecewa dan menyayangkan atas sikap calon presiden nomor urut satu, Prabowo yang dengan tegas menyatakan behwa ia dan tim suksesnya menolak hasil putusan apapun yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Pilpres 2014.
Yang membuat sedikit kecewa itu karena penolakan tersebut dilakukan sesaat sebelum KPU mengumumkan secara resmi hasil dari penghitungan suara nasional. Bukan hanya itu, Prabowo juga menginstruksikan kepada para saksinya untuk walk out atau tidak mengikuti dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara nasional yang dilakukan di gedung KPU.
Seharusnya, Prabowo harus senantiasa menghormati dan menjalankan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan perundang-undangan dalam proses pilpres tersebut. Dan seandainya Prabowo menolak hasil Pilpres dengan alasan banyak kecurangan, maka dia dapat mengajukannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau melaporkan pidana kecurangan tersebut ke pihak kepolisian.
Prabowo menyebutkan bahwa dia telah menemukan tindak pidana kecurangan
pemilu dengan melibatkan penyelenggara pemilu dan pihak asing dengan tujuan
tertentu hingga pemilu menjadi tidak jujur dan tidak adil. Namun demikian,
apapun alasannya, banyak orang menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Prabowo
Subianto tidaklah pantas dilakukan. Apalagi mundur ketika pencoblosan sudah
dilakukan dan proses penghitungan suara sedang berlangsung, hal tersebut
dipandang tidak sejalan dengan Undang-Undang Pilpres.
Setelah Prabowo menyatakan sikap politiknya untuk tidak mau mengakui atau menolak pelaksanaan Pemilihan Presiden, suasana sosial menjadi ramai dimana-mana di sosial media sekalipun. Pengamat politik, ahli hukum, politisi, mahasiswa, bahkan sampai masyarakat biasa memberikan berbagai komentar dan kritikan atas sikap Prabowo tersebut.

